Tel: (021) 75791355 Email: sekr-ptseik@bppt.go.id

Kunjungan Kerja Ka. BPPT ke Fasilitas Pilot Plant Gasifikasi Biomassa

Tanggal 22 Mei 2019, selepas meresmikan rumah tahan gempa atau disebut bale kohana, oleh Ka. BPPT, beliau berkesempatan hadir mengunjungi pilot plant hot model Gasifikasi Biomassa yang saat ini sedang dalam masa konstruksi. Pilot plant ini merupakan hasil kerjasama yang terangkum dalam kegiatan SATREPS. Setelah melihat cold model gasifier di workshop PTSEIK, kunjungan dilanjutkan dengan melihat kondisi saat ini hot model yang sedang dibangun.

 

Ka. BPPT mengapresiasi kegiatan kolaborasi dengan pihak luar negeri seperti SATREPS untuk kemajuan teknologi bersama. Bentuk kerjasama seperti ini akan didorong untuk terus ada di lingkungan BPPT. Dan Ka. BPPT berharap proyek SATREPS ini akan selesai dengan tuntas (sampai dengan running) walaupun saat ini masih dalam proses pengerjaan konstruksi.

 

Editor: GWM

Peran Serta PTSEIK dalam Penyusunan Program Strategis MINERBA 2020-2030

Bandung, 28 Maret 2019

Direktorat Pembinaan Program Mineral dan Batubara, Ditjen Minerba mengadakan Forum Group Discussion (FGD) Persiapan Penyusunan Program Strategis Mineral dan Batubara 2020-2030 dan diharapkan hasilnya dapat menjadi Program Prioritas Nasional sesuai dengan Kebijakan Minerba yang telah disusun dan dapat diakomodir dalam RPJMN untuk periode berikutnya. FGD ini diadakan dengan maksud sebagai sarana untuk berdiskusi dan bertukar pikiran dalam mengumpulkan, memetakan dan mengidentifikasi potensi permasalahan dan pengembangan pengeloaan mierba secara nasional yang komprehensif dan saling bersinergi menguatkan dalam jangka waktu 10 tahun ke depan.

Gambar 1. Saat acara FGD berlangsung

Acara ini dihadiri oleh berbagai perwakilan stakeholder program mineral dan batubara antara lain dari BPPT, Kemenko Maritim, Kemenko Ekonomi, Kemenperin, Kemendagri, Bappenas, KLHK, LIPI, LAPI-ITB, LPEM UI, Kemhan, Kementerian KKP serta pelaku usaha, ahli, Akademisi, dan Asosiasi. FGD ini merupakan kegiatan ke-3 dari rangkaian rencana 8 FGD. FGD di Bandung ini dilaksanakan di kantor di Pusat Air Tanah dan Geolologi Tata Lingkungan –KESDM. FGD kali ini menghadirkan narasumber perwakilan dari Kementerian Pertahanan yang membawakan tema Mineral Strategis dan Pemanfaatan untuk Mendukung Pertahanan Negara. Narasumber kedua perwakilan dari Kemenko Kemaritiman dengan tema Pengelolaan Mineral dan Batubara dalam Sinergitas Strategis Lintas Sektoral.

BPPT pada acara ini mengirimkan perwakilan dari dua Unit Kerja yakni Pusat Teknologi Sumberdaya Energi dan Industri Kimia (PTSEIK) dan Pusat Teknologi Sumberdaya Mineral (PTSM). Adji Kawinugraha dari PTSM memberikan masukan perihal mineral strategis apa saja yang hendak diangkat menjadi program nasional, dan Yusnitati dari PTSEIK mengangkat isu pengelolaan dan pemanfaatan batu bara muda (low rank coal) serta strategi pemenuhan kokas dalam negeri untuk indutri pengolahan mineral.

Gambar 2. Kunjungan ke PT PINDAD

Acara ini berlangsung dua hari dengan acara hari kedua berupa kunjungan ke PT PINDAD sebagai pengguna Mineral Strategis untuk material alutsista di Industri Pertahanan Nasional.

 

 

Penulis: Dwi Lukman H., ST., M.Eng.

Editor: GWM

Rapat Koordinasi Monitoring Progress Ekstensifikasi Lahan Garam Untuk Rencana Pembangunan Pilot Project Garam Industri di Kabupaten Kupang

Pada hari Rabu, 20 Februari 2019, telah diadakan Rapat Koordinasi Garam di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT. Rapat ini diadakan untuk monitoring perkembangan ekstensifikasi lahan garam di NTT serta membahas rencana pembangunan Pilot Project Garam Industri di Kabupaten Kupang yang merupakan salah satu program kerja di PTSEIK BPPT bekerjasama dengan PT. Garam. Dalam acara ini, pihak BPPT diwakilkan oleh Deputi Bidang Teknologi, Industri, Energi, dan Material BPPT, Eniya Listiyani Dewi; Direktur PTSEIK BPPT, Hens Saputra; dan Kepala Program Pilot Project Garam Industri, Hari Yurismono.

Foto bersama Direktur PTSEIK dengan Dirjen ATR, Bupati Kupang, Deputi TIEM, Perwakilan PT. Garam, dan Staf Ahli Gubernur NTT

Acara rapat koordinasi ini dibuka oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. Gubernur mengharapkan rapat koordinasi tentang lahan garam di Kabupaten Kupang ini harus diselesaikan sebagai rapat terakhir dan selanjutnya harus meningkat ke tahap implementasi dan pelelangan. Gubernur bercerita bahwa sejak tamat SMA sudah ikut melaksanakan pengukuran lahan HGU yang diberikan kepada PT. Panggung Guna Gana Semesta, tetapi hingga saat ini tidak ada garam yang dihasilkan dari lahan tersebut. Terkait pelelangan, perusahaan yang berminat harus melakukan deposit dana di Bank NTT sebagai jaminan keseriusannya.

Gubernur diberikan hak untuk mengeluarkan HPL (Hak Pengelolaan) sebagai ganti HGU dan melakukan pelelangan dengan cara beauty contest khusus untuk perusahaan yang serius melakukan investasi. Gubernur berharap pembangunan industri garam dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, meningkatkan pendapatan asli daerah, serta mengurangi impor sekaligus meningkatkan devisa dengan memanfaatkan teknologi dalam negeri.

Acara dilanjutkan dengan paparan dari Deputi Sumber Daya Alam, Kementerian Koordinator Kemaritiman, Agung Kuswandono mengenai potensi besar NTT untuk pengembangan produksi garam nasional. Tahun 2017 kebutuhan garam nasional sekitar 3,7 juta ton dan meningkat menjadi 4,4 juta ton pada tahun 2018 dengan perincian garam konsumsi 700 ribu ton dan garam industri sekitar 3,7 juta ton. Adapun kemampuan produksi nasional hanya 2,2 juta ton. Kemenko Kemaritiman juga menyatakan siap untuk melakukan pengawalan sampai pada tahap pemasaran garam. Sudah saatnya masyarakat NTT menikmati kekayaan alam yang tidak terkelola selama ini.

Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material, Eniya Listiani Dewi dalam kesempatan ini memaparkan teknologi garam industri terintegrasi yang telah selesai didesain oleh BPPT. Teknologi ini dapat menghasilkan produk garam dengan kualitas garam industri secara kontinyu, sekaligus menghasilkan berbagai produk samping yang bernilai tinggi. Di sisi lain, pemanfaatan lahan evaporasi dapat dimanfaatkan untuk perikanan, udang, dan artemia serta pengembangan micro/macro algae. Pengolahan bittern atau air tua sisa pengolahan garam yang kaya mineral dapat menghasilkan bahan baku obat, minuman isotonik, pupuk, dan bahan bernilai tinggi lainnya.

Wilayah NTT sebenarnya sangat menguntungkan untuk ekstensifikasi lahan pegaraman karena curah hujan yang lebih singkat dibandingkan daerah lainnya. Namun demikian, pada saat ini hambatan utama pendirian pabrik garam di Kupang adalah lahan. Walaupun rapat sudah dilakukan koordinasi berkali-kali dengan pemerintah kabupaten Kupang pada tahun 2018, ijin lahan yang dibutuhkan tidak kunjung didapatkan sehingga dana 45 milyar rupiah yang sudah dianggarkan untuk pendirian pabrik garam di Kabupaten Kupang akhirnya dikembalikan ke kas negara.  Tahun 2019 pembangunan pilot project garam industri ini akan dilaksanakan di Gresik, Jawa Timur. Selanjutnya bila NTT dapat menyiapkan lahan yang jelas perijinannya maka Kupang dapat menjadi tempat pertama diadakannya pengolahan dengan sistem intiplasma garam di Indonesia.

Menanggapi permasalahan mengenai lahan tersebut, Direktur Jenderal Pengendalian Penguasaan Tanah dan Pemanfaatan Tata Ruang, Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional, Budi Situmorang menjelaskan bahwa masalah lahan garam di Kabupaten Kupang terjadi akibat tidak adanya aktivitas produksi garam. Terkait tanah terlantar ini telah ditegaskan dalam surat Dirjen Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah atas nama Menteri Agraria dan Tata Ruang Nomor 3454/35-2-700/IX/2017 Tanggal 20 September 2017 bahwa apabila dalam jangka waktu setahun tidak ada upaya pemanfaatan, maka akan diambil kembali oleh negara tanpa syarat. Oleh karena itu, kedepannya akan dilakukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah untuk mempersiapkan kembali lahan yang dapat digunakan untuk pembangunan pabrik garam di NTT.

Dengan kehadiran dari berbagai pihak dalam acara rapat koordinasi ini diharapkan permasalahan mengenai lahan ini segera dapat terselesaikan sehingga proses pembangunan pilot project garam industri di Kabupaten Kupang dapat segera terlaksana dengan baik dan teknologi yang didesain oleh BPPT mampu membawa dampak positif bagi kesejahteraan rakyat, khususnya masyarakat NTT.

Penulis: HS

Editor: HNA

International Seminar "Biomass to Energy 2019": “Project Development of a Model system for Fluidized bed Catalytic Gasification of Biomass Wastes and Following Liquid Fuel Production in Indonesia”

Dalam rangka penutupan kerjasama Indonesia-Jepang yang terangkai dalam SATREPS dengan judul "Project Development of a Model system for Fluidized bed Catalytic Gasification of Biomass Wastes and Following Liquid Fuel Production in Indonesia", PTSEIK sebagai institusi terkait mengadakan seminar internasional "Biomass to Energy" pada 2-3 Mei 2019 yang bertempat di Hotel Grand Zuri dan Puspiptek, Serpong. Seminar ini berlangsung selama 2 hari, hari pertama merupakan seminar dan hari kedua site visit ke workshop dan laboratorium PTSEIK. Acara ini dimeriahkan oleh beberapa tamu undangan dari dalam dan luar negeri seperti Jepang, Malaysia, dan Thailand.

Seminar dibuka dengan keynote speech dari Direktur PTSEIK yang berbicara tentang usaha pemerintah mengurangi konsumsi minyak bumi dari 46% pada 2012 ke 25% pada 2021. Biomassa berbasis kelapa sawit merupakan sumber bahan baku yang menjanjikan untuk kebutuhan energi Indonesia. Namun, perlu pengembangan teknologi baru yang dapat mengakomodir bahan baku kelapa sawit menjadi energi, dan bahan kimia turunan. Salah satu teknologi tersebut yaitu teknologi gasifikasi yang dapat mengubah biomassa menjadi syngas.

Seminar ini terdiri atas 2 sesi. Sesi pertama disi dengan outline program SATREPS oleh Prof. Dr. Reiji Noda. Kemudian, dilanjutkan dengan paparan aktivitas BPPT terkait dengan proyek SATREPS seperti gasifikasi, pupuk, dan sintesis metanol oleh Dr. SD. Sumbogo Murti, M.Eng. (BPPT). Prof. Tjandra Setiadi (ITB) mempresentasikan syngas fermentasi untuk menghasilkan bio-etanol. Prof. Dr. Koyo Norigana (Nagoya University, Jepang) memaparkan tentang modeling kinetika reaksi gasifikasi biomassa. Dan diikuti oleh Dr. Koji Kuramoto (AIST, Jepang) memberikan presentasi mengenai pengembangan gasifikasi biomassa kombinasi dengan kelistrikan. Dan terakhir, Dr. Chatwan Chaichana menjelaskan perkembangan Thailand dalam hal "Biomass to Energy".

Sesi kedua berisi paparan mengenai potensi bisnis dari biomassa yang dibawakan oleh Mr. Eng Hau Tan (Tree Houze, Malaysia). Dr-Ing. M. Abdul Kholiq (BPPT) memaparkan produksi biogas dari proses co-digestion POME dan EFB.

 

Acara seminar diakhiri dengan closing remark dari Deputi TIEM-BPPT Prof. Dr. Eniya L. Dewi, B.Eng, M.Eng. yang menyampaikan bahwa BPPT sebagai lembaga akan merekomendasikan teknologi ini untuk mengatasi krisis energi di Indonesia dengan memanfatkan sebaik-baiknya sumber bahan baku berbasis kelapa sawit. Kristalisasi pemanfaatan biomassa tersebut diperlukan untuk meningkatkan nilai kompetitif dan pertumbuhan ekonomi nasional dalam skala yang lebih besar.

 

Hari kedua acara seminar internasional diisi dengan paparan perkembangan gasifier biomassa dan kemudian kunjungan laboratorium untuk melihat fasilitas uji reaksi sintesis metanol dan cold model fluidized bed gasifier. Dan terakhir kunjungan ke berbagai fasilitas laboratorium dan workshop lainnya di B2TKE dan BTBRD - BPPT.

      

 

Bahan paparan seminar dapat didownload di link ini.

 

Penulis & Editor: GWM

 

 

Sambut generasi baru, PTSEIK hadiri serah terima CPNS Tahun Anggaran 2018

PTSEIK-BPPT mengikuti acara serah terima dan penyambutan Calon Pegawai Negeri Sipil Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Tahun Anggaran 2018 (CPNS BPPT TA 2018) yang bertempat di Hotel Grand Mulia, Sentul Kab. Bogor. Acara dibuka dengan pembacaan berita acara serah terima yang dilakukan oleh Dr. Dra. Suratna, M. Psi. selaku Kepala Biro SDM dan Organisasi. Beliau menjelaskan bahwa acara orientasi CPNS BPPT TA 2018, yang berjumlah 233 orang telah dimulai pada tanggal 1 Februari 2019 kemarin, yang diadakan selama 5 hari mulai dari tanggal 1 Februari 2019 hingga tanggal 7 Februari 2019. Sembari menyerahkan CPNS ke unit kerja masing-masing, Ibu Suratna berpesan bahwa unit kerja harus menjaga CPNS masing-masing dengan baik agar potensi mereka dapat dikembangkan dengan optimal.

Penyambutan CPNS Kedeputian Teknologi Informasi, Energi dan Material

 

Kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala BPPT yang baru dilantik, yaitu Dr. Ir. Hammam Riza M.Sc. Pak Hammam mengenalkan motto terbaru dari BPPT, yaitu solid, smart dan speed. Pak Hammam menyambut dengan hangat keluarga baru CPNS BPPT dengan mengajak untuk terus berkerja untuk inovasi teknologi dalam negeri agar Indonesia semakin berjaya. Pak Hammam turut mengajak CPNS BPPT dalam sebuah seruan yaitu “Let’s make BPPT great again”.

Acara dilanjutkan dengan persembahan penampilan kesenian (art performance) dari CPNS BPPT TA 2018. Rekan-rekan CPNS BPPT menampilkan kesenian lenong. Selain dari itu, ada penampilan tari tradisional, dan penampilan angklung massal dari CPNS BPPT. Semua hadirin turut bersuka cita dan larut dalam suasana keakraban yang baru saja terjalin tersebut. Acara kemudian dilanjutkan dengan foto bersama hadirin dengan CPNS BPPT yang baru selesai tampil.

 

 

Art Performance CPNS BPPT TA 2018

Kemudian, masing-masing CPNS diserahkan ke unit kerja. PTSEIK-BPPT menerima 6 (enam) orang CPNS. Mereka adalah Sekar Kumala Desi (Jurusan S-1 Teknik Kimia), Herson Bangun (S-1 Teknik Industri), Ikhwanul Ihsan (S-1 Teknik Sipil), Muhammad Rodhi Supriyadi (S-1 Teknik Informatika), Bagus Alif Firmandoko (S-1 Teknik Mesin), dan Susi Melyati (D-III Akuntansi). Keenam CPNS tersebut disambut dengan baik oleh Bpk. Hens dan Bpk. Sumbogo. Pak Hens, kemudian mempersilahkan CPNS untuk memperkenalkan diri masing-masing dan kemudian menjelaskan aturan-aturan kantor yang berlaku di BPPT, mulai dari jam masuk, absen, kedisiplinan hingga aturan berpakaian (dresscode). Acara tersebut dilanjutkan dengan obrolan santai, dan diakhiri dengan foto bersama.

Foto Bersama CPNS PTSEIK-BPPT 2018 dengan Direktur PTSEIK dan Dr. S.D. Sumbogo Murti B.Eng, M.Eng.

Penulis : ABA

Statistik Pengunjung

7.png4.png3.png6.png9.png
Today151
Yesterday141
This week1572
This month6543
1
Online

Hubungi Kami

Gedung Energi 625 Klaster V
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang Selatan 15314

Tel: (021) 75791355

Fax: (021) 75791355

Web: ptseik.bppt.go.id