Tel: (021) 75791355 Email: sekr-ptseik@bppt.go.id

Kunjungan BPPT bersama dengan Kemenko Maritim ke Pune India Terkait Pengolahan Sampah Plastik untuk BBM dan Pengolahan Limbah Air

Beberapa staf BPPT didelegasikan bersama dengan staf Kemenko Maritim untuk mengunjungi Pune, Maharashtra, India yang dilaksanakan pada 23 dan 24 Mei 2018. Delegasi yang ditugaskan terdiri atas 5 orang yang salah satunya dari unit PTSEIK, kelima orang tersebut adalah Rudi Nugroho (PTL-BPPT), Ridha Yaser (Kemenko Maritim), Imron Masfuri (PTSEIK-BPPT), Jayatin (BTP-BPPT) dan Hernando (Kemenko Maritim). Selama kunjungan, delegasi Indonesia didampingi oleh staf Konjen RI Mumbai, Bp. Yadi. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan penjajakan terkait kerjasama antara Indonesia dan India dalam hal limbah plastik dan pengolahan air. Kunjungan ini diawali dengan penerimaan delegasi oleh Konjen RI di Mumbai pada tanggal 23 Mei 2018.

Gambar 1. Peta Lokasi Kota Pune, Maharashtra, India

 

Gambar 2. Diskusi dengan Bharat Vikas Group (BVG) di Hotel JW Marriot Pune

Pada tanggal 23 Mei malam, dilakukan pertemuan antara delegasi Indonesia dengan CEO dan pegawai perusahaan BVG (Bharat Vikas Group) yang merupakan perusahaan India yang bergerak dalam berbagai bidang diantaranya adalah waste to resource. Pihak BVG menyampaikan presentasi terkait jaringan bisnis yang mereka lakukan dan teknologi yang tengah mereka kembangkan. Perusahaan BVG mempunyai TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah yang berlokasi di kota Pune dengan kapasitas 450 ton sampah perhari. Sampah yang masuk ke TPA tersebut dipisahkan dalam beberapa kategori sampah, antara lain : sampah organik, sampah plastik yang bisa diproses lanjut, sampah botol kaca dan sampah perkebunan. Sampah organik diproses dan diolah melalui proses composting menjadi pupuk kompos dengan berbagai ukuran, sedangkan sampah plastik yang berbasis bahan PE, PP, PET, PVC dan PS digunakan sebagai bahan baku (feedstock) pembuatan bahan bakar minyak secara pirolisis.

 Gambar 3. Foto di depan plant pengolahan plastik menjadi bahan bakar

Di lokasi TPA ini telah dibangun pabrik pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar dengan kapasitas desain 5000 kg/hari, namun saat ini hanya beroperasi dengan kapasitas 2500 kg/hari dan dapat menghasilkan bahan bakar minyak cair sekitar 50-60% (1.200-1.300 kg per hari). Hal ini disebabkan karena pengoperasian plant pengolahan plastik tergantung dari persediaan feedstock plastik yang dikirim ke plant. Adapun produk lainnya berupa gas bakar (combustable gas) sebesar 20% yang dimanfaatkan sebagai burner pemanas reaktor pirolisis dan produk padatan berupa residual charcoal (arang) sebesar 25% yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lain seperti campuran pupuk, dll. Adapun plant pengolahan plastik yang ada di area TPA perusahaan BVG adalah sebagai berikut :       

Nama Plant  Plastics Waste to Fuel Plant
Pemilik BVG Group (Bharat Vikas Group)
Lokasi Moshi, Pune, Maharashtra - India
Koordinat 18.658686, 73.853031
Kapasitas Desain 5000 kg/hari
Kapasitas Operasi 2500 kg/hari
Beroperasi September 2013
Proses Thermal Pyrolysis
Produk     Cair --> Bahan Bakar Minyak (Industri) 50-60%
  Gas --> Gas bakar (gas Hydrocarbon)  20%
  Padat --> Residual Charcoal  25%

  

 Gambar 4. Plant plastics waste to fuel BVG di Moshi, Pune, India dan produk yang dihasilkan

Beberapa unit plant sejenis telah dibangun di beberapa lokasi, antara lain sebagai berikut :

No.

Nama Plant / Perusahaan

Lokasi

Kapasitas

Status / Beroperasi

1.

Euro Shoe Componenets Pvt.Ltd.

Ranipeth, Tamilnadu

50 kg/day, batch

September  2012

2.

Unity Green Solution Pvt. Ltd

Alandi, Maharashtra

50 kg/day, batch

Agustus  2015

3.

Teknow System B.L.

Ulvenhout, Netherland

50 kg/day, batch

Mei  2017

4.

Nestle India Limited

Himachal Pradesh, India

50 kg/day, batch

Mei  2015

5.

Rudra Envirmental Solution, Ltd.

Jejuri, Maharashtra, India

50 kg/day, batch

Mei  2015

6.

Rudra Envirmental Solution, Ltd.

Pune, Maharashtra, India

50 kg/day, batch

Juni 2010

7.

BVG Clean Technologies

Bangalore, India

200 kg/day

Mei  2015

8.

PepsiCo India Holdings Pvt, Ltd

Ranjangaon, Pune, Maharashtra, India

300 kg/day

Agustus  2015

9.

Neha Industries

Jalgaon, Maharashtra, India

2500 kg/day

Agustus  2014

10.

BVG India

Moshi Pune, Maharashtra

5000 kg/day

September 2013

11.

Hanjer Biotech Energies Pvt, Ltd

Pune, Maharashtra

2000 kg/day

Agustus  2010

12.

Hanjer Biotech Energies Pvt, Ltd

Pune, Maharashtra

5000 kg/day

Februari 2012

13.

Hanjer Biotech Energies Pvt, Ltd

Vasai, Maharashtra

5000 kg/day

Desember 2011

14.

Hanjer Biotech Energies Pvt, Ltd

Surat, Gujarat

10000 kg/day

Juli 2012

15.

Future Fuels

Nagpur, Maharashtra

2000 kg/day

In progress

16.

V. V. Engineers

Pune, Maharashtra

10000 kg/day

Februari 2014

 

 Gambar 5. Proses pengolahan plastik menjadi conblock

Proses lain yang dilakukan oleh BVG dalam mengolah sampah plastik adalah untuk dijadikan produk conblock plastik yang mempunyai karakteristik khusus yaitu ringan, kuat dan mudah mengapung di air. Sehingga membuat nilai tambah yang tinggi dari sisi bisnis. Proses yang dilakukan hanya menggunakan proses pelelehan plastik pada suhu 170oC dengan menggunakan pemanas listrik, yang kemudian lelehan plastik tersebut dicetak dalam berbagai ukuran conblock sesuai dengan permintaan pasar. Metode pengolahan sampah plastik menjadi minyak seperti ini dapat diterapkan di kota-kota berkembang di Indonesia.

Selain TPA, BVG juga melakukan bisnis Emergency Medical Service, yakni melayani jasa pengangkutan dan penanganan pasien darurat untuk ditangani secara langsung oleh dokter yang bertugas, maupun untuk dirujuk ke rumah sakit setempat yang terdekat. BV Group saat ini mempunyai sekitar 940 unit ambulan. Panggilan emergency medical dilayani dengan nomor panggilan 108 yang langsung terhubung di pusat layanan kesehatan (medical call center), dan dalam waktu 30 menit mobil ambulan dan petugas kesehatan dipastikan akan datang menjemput pasien. Unit-unit ambulan telah dilengkapi dengan peralatan medis yang cukup lengkap beserta tenaga medis yang sudah terampil dalam penanganan pasien darurat. Selanjutnya pasien akan di bawa ke rumah sakit terdekat untuk ditangani lebih lanjut. Operasional ambulance dan tenaga medis terkait bisnis ini, ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah India. Bisnis Medical Service seperti ini bisa juga diadop dan dilakukan di Indonesia.

 

 Gambar 6. Kunjungan ke Emergency Medical Services BVG di Pune

Dalam kesempatan itu, tim delegasi Indonesia juga berkunjung ke Instalasi Pengolahan Air PDAM, dan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik perkotaan. Sumber air PDAM diambil dari waduk yang kualitasnya menurut mereka masih sangat bagus. Teknologi pengolahan air PDAM yang masih sangat konvensional, yakni melalui proses pengendapan, penyaringan dan sterilisasi menggunakan chlorine. Kapasitas pengolahan air sebesar 200.000 m3 perhari. Hasil air olahan tersebut diklaim sudah aman untuk bisa lagsung diminum. Hal yang menarik dari PDAM ini adalah mereka sudah menerapkan sistem smart system, dimana kondisi pengolahan air terkait beberapa parameter, seperti kondisi kecepatan aliran dan persediaan air di tandon PDAM bisa diakses melalui handphone via aplikasi online oleh masyarakat.

 Gambar 7. Unit pengolahan air (PDAM) dan sistem monitoringnya di Kota Pune

Semua air limbah yang berasal dari permukiman dan berbagai apartemen maupun rumah susun di Pune, disalurkan melalui perpipaan ke Sarana Pengolahan atau IPAL. Untuk pengolahan air limbah domestiknya, Pune menerapkan teknologi Combat yang merupakan teknologi lama yang telah banyak dipergunakan. Kapasitas 30.000 m3 per hari. Air limbah dari pemukiman dialirkan ke instalasi, masuk ke dalam tangki anaerob menghasilkan gas metana, keluaran dari tangki anaerob masuk ke tangki lumpur aktif untuk dimurnikan selanjutnya diendapkan dan dibuang ke sungai. Pembuangan air limbah secara gravitasi ini dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Gas metana dipakai sebagai sumber bahan bakar gas engine untuk membangkitkan listrik. Pada saat tim Indonesia berkunjung, sistem pengolahan air limbah domestik ini sedang berhenti karena mati listrik. Metode pengolahan air limbah tersentralisasi seperti ini seharusnya dapat diterapkan di kota-kota besar di Indonesia agar kualitas air buangan yang masuk ke sungai dapat terkontrol dengan baik dan sesuai dengan baku mutu yang ditentukan.

   

 

 

Gambar 8. Sistem pengolahan air limbah domestic di wilayah kota Pune, India

Selain kunjungan ke obyek obyek diatas, tim juga sempat berdiskusi dengan perusahaan yang bergerak dalam bidang konsultan dan konstruksi teknis yaitu Unity company, yang membangun Pengolahan Air PDAM dan Pengolahan Air Limbah Pune. Mereka jika diperlukan bisa melakukan feasibility study (FS), Design Engineering Detail (DED) maupun konstruksi pengolahan air di Indonesia.

 

Penulis: Imron Masfuri

Editor: GWM

Statistik Pengunjung

3.png8.png8.png5.png7.png
Today95
Yesterday91
This week186
This month1704
3
Online

Hubungi Kami

Gedung Energi 625 Klaster V
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang Selatan 15314

Tel: (021) 75791355

Fax: (021) 75791355

Web: ptseik.bppt.go.id