Tel: (021) 75791355 Email: sekr-ptseik@bppt.go.id

Seminar Nasional "Pembangunan Iptek untuk Kemajuan Bangsa"

Seminar IPTEK bertajuk "Pembangunan Iptek untuk Kemajuan Bangsa" ini dilaksanakan dalam rangka mendorong pemahaman pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan inovasi dalam meningkatkan daya saing bangsa guna menghadapi persaingan global serta menghimpun pendapat dari seluruh stakeholder IPTEK terkait Pembangunan IPTEK untuk kemajuan bangsa.

 

Gambar 1. Seminar Nasional Pembangunan IPTEK untuk Kemajuan Bangsa (sumber gambar : https://twitter.com/BappenasRI/status/1035108734354120705 )

 

Untuk menjadikan bangsa yang unggul terkait ekonomi beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah daya saing, sumberdaya alam dan literasi terhadap masyarakat. Sehingga perlu adanya RUU Sisnas Iptek untuk kemajuan bangsa. UU sisnas iptek ini diperlukan karena kita perlu menjawab tantangan iptek saat ini terkait kemiskinan, Human Development Index, ketimpangan dll, dan membawa iptek tersebut ke masa depan untuk kejayaan bangsa. 

Carut marut litbang di Kementerian/Lembaga di Indonesia disampaikan oleh ketua Pansus RUU Sisnas Iptek Bapak Daryatmo Mardiyanto. Hal ini disebabkan karena tidak adanya sinkronisasi lembaga, tidak adanya arah yang jelas dll. Ketidakjelasan tersebut juga dikarenakan regulasi yang berbeda-beda. Untuk BATAN UU No.10 1997, LAPAN UU No.21 tahun 2003 sedangkan BPPT dan LIPI hanya regulasi Keppres. Sehingga saat ini total anggaran litbang yang mencapai 24,9 T tidak ada hasilnya dan ini dipertanyakan Bapak Presiden, April 2018.

Solusi yang diusulkanadalah 

  • 1.      Payung hukum yang jelas
  • 2.      Diperjelas system kelembagaan IPTEK, pendanaan iptek dan sumberdaya IPTEK

Harapannya lembaga litbang berada pada posisi terhormat tidak sebagai pengemis (dicontohkan BPPT dengan meminta proyek melalui Menkomar).

Deputi TIEM BPPT, Prof. Dr.-Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng selaku perwakilan BPPT menyampaikan bahwa lembaga-lembaga iptek dapat berbentuk seperti saat ini yaitu sesuai dengan tahapan riset hingga komersialisasi. Dicontohkan bahwa BPPT bukan lembaga riset dasar, dari total  anggaran untuk reverse engineering 79,3%, riset hanya 14,7 % dan alih teknologi 6%. Namun keputusan sepenuhnya kepada lembaga terkait seperti Kementerian PAN. 

Presentasi lainnya terkait pengalaman inovasi nilai tambah disampaikan Dr. Ilham Habibie, Dr. Satryo Sumantri Brojonegoro dan Dr. Herawati Sudoyo.  Presentasi ini berkaitan inovasi yang dapat memberikan nilai tambah produk. Misal adanya perubahan dari close innovation menjadi open innovation.

 

Penulis: Dr. MA Kholiq

Editor : BM

Statistik Pengunjung

4.png4.png9.png7.png9.png
Today76
Yesterday101
This week76
This month1149
1
Online

Hubungi Kami

Gedung Energi 625 Klaster V
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang Selatan 15314

Tel: (021) 75791355

Fax: (021) 75791355

Web: ptseik.bppt.go.id