Tel: (021) 75791355 Email: sekr-ptseik@bppt.go.id

Kunjungan BPPT ke Indonesia Timur Terkait PLTMG

Terkait dengan adanya Koordinasi Kementerian Kelautan Indonesia (CMMA) dan Kementerian Ekonomi Perdagangan dan Industri Jepang (METI) dengan kesepakatan nota kerjasama (MOC) pada 16 Oktober 2017, METI melalui sebuah Project Mission Team (PMT) untuk melaksanakan misi studi dengan keterlibatan tim ahli dari Jepang yang diperlukan PT. PLN untuk melaksanakan studi kelayakan pengembangan struktur proyek Distribusi LNG dan Pembangkit Listrik di Indonesia Bagian Timur (Proyek LDPP). Adapun tujuan dari kunjungan ini adalah:

  1. Survei lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) yang akan didirikan di Indonesia Timur (Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara).
  2. Memperoleh wawasan studi kelayakan dan pembangunan hub pembangkit listrik di Indonesia Timur (Maluku, Ternate dan Menado).
  3. Mengembangkan SDM Tim dalam penguasaan wawasan tentang kemandirian Hub pembangkit listrik di Indonesia Timur (Maluku, Ternate dan Menado).

Kunjungan ini diawali dengan kunjungan ke PLN UIP Ambon. Pihak PLN UIP Ambon menjelaskan tentang progress pengembangan pembangunan pembangkit listrik di Wilayah Indonesia Timur oleh PLN UIP Ambon. Progress kegiatan tersebut mengenai:

  • Pembangunan pembangkit listrik PLTMG Ambon Peaker di Waai, Maluku Tengah (30 MW) yang sudah mencapai 70-75%. Target selesainya PLTMG ini sampai dengan akhir bulan November 2018.
  • Paparan study kelayakan yang dilakukan Project Mission Team (PMT) jepang selama 1 bulan dalam pembangunan pembangkit listrik (PLTMG) di daerah Leituhu- kabupaten Maluku Tengah yang rencananya akan dibangun di tahun 2022.

Kunjungan pertama tim teknis mengunjungi lahan yang rencananya akan didirikan pembangkit listrik (PLTMG) di Ambon-2, yeng berlokasi di Kec Leihitu, Maluku Tengah dengan kapasitas 60 MW dengan target COD pada tahun 2022, dengan luas lahan 4 – 6 Ha yang sudah dibebaskan oleh PLN. Pada survei ini dilihat bahwa kondisi pantai sangat landai dan dangkal, sedangkan jika akan dilakukan pembangaunan PLMG-onshore, pasti akan diperlukan sebuah JETI yang mempunyai persyaratan kedalaman khusus (6-8 meter).

Gambar 1. Rapat dengan PLN Ambon (Jl. Diponegoro-Ambon) dan Survey Lokasi Ambon 2 dan Ambon Peaker

Selanjutnya survey dilakukan ke PLTMG Ambon Peaker di Waai, Kabupaten Maluku Tengah yang sedang dalam tahap konstruksi. Target selesainya (COD) PLTMG ini sampai dengan bulan November 2018. Sistem operasi PLTMG saat ini masih menggunakan bahan bakar solar, untuk projek yang akan datang (menggunakan bahan bakar gas), PLN sudah membebaskan lahan sebesar 2 Ha (disamping Ambon Peaker) untuk penempatan Re-Gas (LNG) beserta tangki penyimpanannya.

Pada lokasi Ambon Peaker terdapat kapal dengan pembangkit listrik dengan tenaga solar (PLTMG-Floating) dengan kapasitas 110 MW, yang fungsinya untuk suplai listrik ke area Provinsi Maluku. Kapal tersebut disewa oleh PLN dari Negara Turki dengan masa sewa kapal tersebut selama 5 tahun.

Keesokan harinya, dilanjutkan dengan Paparan Tim PMT, Mr. Wada-San yang menyampaikan pendapatnya bahwa jika PLTMG-onshore Ambon-2 dapat digantikan dengan PLTMG-offshore, yang diposisikan di samping (garis pantai) Ambon Peaker. Dari Tim PLN memberikan masukan bahwa jika pembangunan Ambon-2 digantikan PLTMG-offshore (Floating) belum terlalu familiar, selain itu jika lokasi PLTMG-Floating berlokasi di samping Ambon Peaker akan sulit mengatasinya jika dikemudian harinya ada gangguan transmisi di pertengahan Jaringan (Kota Ambon).

Gambar 2. Rapat dengan PLN dan Survey Lokasi PLTMG Ternate 30 MW

Selanjutnya survei dilakukan ke PLTMG Ternate, dengan kapasitas 30 MW yang baru beroperasi pada Maret 2018. PLTMG ini, engine yang digunakan sistem Dual Fuel. Akan tetapi sampai saat ini masih menggunakan bahan bakar solar.  dengan konsumsi bahan bakar 0,22-0,23 liter/kwh. Desain PLTMG ternate ini nantinya akan menggunakan bahan bakar gas (LNG). PLN sudah menyiapkan lahan sebesar 1,2 Ha untuk pembangunan unit Re-Gas dan storage system di belakang PLTMG Ternate yang berdekatan dengan garis pantai. Survei studi selanjutnya tentang Jeti yang berada di belakang PLTMG-Ternate sudah cukup bagus, karena lokasi pantai yang tidak terlalu landai, dan jarak PLTMG dengan ke laut yang dalam (7 – 9 meter) sepanjang 200 – 300 meter.

Hari selanjutnya, tim survei mengunjungi PLTMG 10 MW yang terdapat di pulau Sofifi. Kondisi saat ini yang terpantau masih ada pengoperasian PLTD kapasitas 4 MW, 3 MW dan 1 MW (4MW disewa oleh swasta). Rencana jadwal pembangunan (COD) PLTMG-Sofifi ini adalah di Tahun 2018, akan tetapi sampai saat ini belum ada kemajuan pembangunan. Pada survei PLTMG Sofifi, PLN sudah menyediakan area sistem Re-Gas sampai dengan storage system (termasuk unit PLTD) seluas 2,9 Ha. Pada saat proses konstruksi PLTMG nanti, PLN masih menggunakan PLTD untuk suplai listrik ke pulau Sofifi. Setelah PLTMG selesai, PLN dapat melepaskan/memindahkan PLTD didalam area PLTMG untuk dibangun unit Re-Gas dan storage system. Survey studi mengenai Jeti yang berada di samping PLTMG-Sofifi sangat bagus, karena jarak pembangkit dengan pantai hanya 100-200 meter, dan kedalaman laut mencapai 6-8 meter.

Gambar 3. Survei lokasi PLTMG 10 MW di Pulau Sofifi

Keesokan harinya dilanjutkan dengan kunjungan ke Tidore mengenai rencana pembangunan PLTMG kedepannya, PLN telah mempunyai 2 alternatif lokasi, yaitu lahan Kosong di Desa Dowora, Kecamatan Tidore Timur, dapat dilihat pada Gambar 4 dan belakang dari PLTU Tidore (Desa Rum Balibunga, Kec. Tidore Utara), pada Gambar 5.

Survei di desa Dowora, Kecamatan Tidore Timur terlihat bahwa lokasi ini merupakan alternatif pertama rencana PLN dalam membangun PLTMG 10 MW. Luas area ini 4 Ha, dengan status tanah belum pembebasan. Rencana jadwal pembangunan PLTMG Tidore (COD) adalah di Tahun 2022. Data mengenai kedalaman air laut, jarak lahan ke laut dalam belum diketahui, karena di tahun 2018 ini, lokasi Tidore baru di buat kajian konsultan PLN. Mengenai pengembangan studi Jeti, kemungkinan harus ditanyakan terlebih dahulu ke Dinas KLHK, mengenai ijin di area tersebut. Karena di sepanjang garis pantai di area tersebut masih terdapat hutan bakau.

Gambar 4. Lokasi di desa Dowora

Survei lokasi alternatif PLTMG Tidore yang kedua adalah di belakang PLTU Tidore. Rencana pembangunan PLTMG ini adalah 2 x 5 MW. Luas area untuk Re-Gas, tangki penyimpanan dan engine cukup besar, yaitu 7-8 Ha, dengan status tanah sudah dimiliki PLTU. Rencana jadwal pembangunan PLTMG Tidore (COD) adalah di Tahun 2022. Data kedalaman air laut adalah 8-12 meter, dihitung dari posisi air laut pasang, jarak lahan ke laut sejauh 300 – 400 meter. Mengenai pengembangan studi Jeti, jika PLTMG-onshore, kemungkinan Jeti akan dibangun di sebelah Jeti PLTU (loading/unloading Batubara). Mr. Wada San mempunyai saran jika menggunakan PLTMG-Floating, unit Re-Gas dan storage system sebaiknya diletakkan di depan (samping PLTU), dengan konsekuensi PLN harus melakukan pembebasan lahan seluas 2 Ha.

Gambar 5. Lokasi samping PLTU Tidore

 

Penulis : Erbert Ferdy

Editor : GWM

Statistik Pengunjung

4.png4.png9.png7.png8.png
Today75
Yesterday101
This week75
This month1148
2
Online

Hubungi Kami

Gedung Energi 625 Klaster V
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang Selatan 15314

Tel: (021) 75791355

Fax: (021) 75791355

Web: ptseik.bppt.go.id