Tel: (021) 75791355 Email: sekr-ptseik@bppt.go.id

Sharing Session: Inovasi dan Transfer Teknologi di Lembaga Riset dan Industri Kimia di Jerman

Mengawali tahun 2019, PTSEIK mengadakan acara Sharing Session yang bertemakan “Inovasi dan Transfer Teknologi di Lembaga Riset dan Industri Kimia di Jerman” di Gedung 625 Klaster Energi Kawasan Puspiptek. Dalam sharing session kali ini, PTSEIK mengundang Dr.-Ing. Suhendra, tokoh Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasionan (I4) dan Diaspora di Jerman, untuk berbagi pengalaman dan wawasan selama studi S2-S3 dan bekerja di berbagai lembaga riset dan industri di Jerman.

Dalam paparannya, Dr.-Ing. Suhendra menceritakan proyek-proyek engineering yang pernah ditanganinya, a.l. Oil Refinery untuk Azarbaijan, Fine Chemical Plant di Jerman, Pabrik semikonduktor di Jerman, recycling senyawa phosphor dari lumpur aktif di instalasi pengolahan air limbah, pengembangan reaktor hidrogenasi, produksi sel surya, instalasi produksi farmasi beserta contoh pengembangan riset sampai komersialisasi, pengembangan produk dari ganggang laut (marine algae).

Dr.-Ing. Suhendra mencontohkan Joyn Bio yang merupakan gabungan Bayer dan Ginkgo, bertujuan melakukan melakukan komersialisasi teknologi yang memanfaatkan bakteri pengikat nitrogen dari udara bebas untuk pembuatan pupuk sebagai aplikasi pertanian secara berkelanjutan. Riset ini dilatarbelakangi oleh permintaan pupuk di seluruh dunia dan senyawa nitrogen yang reaktif di atmosfir meningkat. Proses konvensional yang ada saat ini memiliki kendala biaya yang mahal, emisi senyawa NOx dan berpotensi mencemari lingkungan.

Dr.-Ing. Suhendra juga membagikan pengalaman dan wawasan non teknis seperti berbagai macam bentuk transfer teknologi dan lanskap dunia riset di Jerman. Salah satu bentuk transfer teknologi yang cukup agresif adalah pembelian perusahaan untuk percepatan penguasaan teknologi. Pada tahun 2016 dalam seminggu rata-rata ada satu perusahaan Jerman yang dibeli oleh pihak China. Dr.-Ing. Suhendra menyaksikan sendiri ketika fasilitas produksi solar sel di perusahaan tempat dia bekerja dibeli dan diangkut ke China.

Dua hal menarik dari lanskap dunia riset di Jerman yang diceritakan Dr.-Ing. Suhendraadalah terkait sumber pendanaan dan lembaga-lembaga riset. Kalau di Indonesia 80% dana riset dari pemerintah, maka di Jerman 80% dana riset dari industri dan sisanya dari pemerintah pusat, pemerintah negara-negara bagian, dan dari berbagai foundations.

Riset di Jerman dilakukan oleh berbagai lembaga riset, mulai dari riset ilmu dasar sampai yang berorientasi industri. Riset ilmu dasar, selain di perguruan tinggi, juga terwakili oleh berbagai pusat penelitian atau institut yang tergabung di dalam Max Planck Society, sedangkan untuk yang berorientasi terapan atau industri terwakili oleh Fraunhofer Society. Selain itu, masih ada berbagai institut yang tergabung pada Leibniz Society dan juga Helmholtz Association yang membawahi 18 pusat atau kawasan riset setara Puspiptek atau yang bersifat spesifik. Selain itu, di level negara bagian juga banyak institusi riset.

Penulis : ABA, MAK

Statistik Pengunjung

6.png0.png1.png1.png7.png
Today64
Yesterday179
This week1224
This month3950
2
Online

Hubungi Kami

Gedung Energi 625 Klaster V
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang Selatan 15314

Tel: (021) 75791355

Fax: (021) 75791355

Web: ptseik.bppt.go.id