Tel: (021) 75791355 Email: sekr-ptseik@bppt.go.id

Gasifikasi Limbah Biomasa untuk Produksi Bahan Bakar Pengganti Migas

Gambar 1. Limbah Biomassa dari Pabrik Kelapa Sawit

Limbah biomassa di Indonesia memiliki potensi yang luar biasa besar untuk dimanfaatkan sebagai salah satu sumber energi terbarukan. Sayangnya, potensi tersebut belum tergali secara maksimal, terutama limbah biomasa yang mengandung lignoselulosa (lignocellulose). Diperkirakan bahwa Indonesia memproduksi sekitar 146,7 juta ton biomassa per tahun, atau setara dengan sumber energi sebesar 470 GJ/tahun. Sumber utama energi biomassa di Indonesia dapat diperoleh dari residu pertanian yang memberikan potensi energi terbesar teknis 150 GJ/tahun dan karet kayu dengan 120 GJ/tahun (ZREU, 2000). Sumber-sumber biomassa dapat membantu dalam penyediaan baik panas dan listrik untuk rumah tangga dan industri pedesaan. Dari potensi biomassa yang bisa dikembangkan di Indonesia sebesar 49,81 giga watt (GW), baru 0,32 GW (0.64%) yang dimanfaatkan. Berkaca dari hal tersebut, pemerintah menargetkan kontribusi biomassa untuk sumber energi sebesar 4.7% dari total bauran Energi Baru Terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025.

Energi biomassa yang dihasilkan dari bahan organik memiliki jejak karbon minimal ketika dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Biomassa tidak berkontribusi pada peningkatan gas rumah kaca karena CO2 yang dihasilkan dari pembakaran biomassa berasal dari hidrokarbon hasil dari penyerapan CO2 di udara. Bahan bakar fosil memancarkan sejumlah besar karbon dioksida ke atmosfer pada pembakaran, karbon yang dinyatakan akan tetap terperangkap di bawah tanah. Biomassa juga melepaskan karbon dioksida sebagai luka bakar, tetapi karbon dioksida yang dilepaskan selama pembakaran diserap selama hidup tanaman, dan akhirnya akan dirilis sebagai bahan organik meluruh, untuk diserap oleh tanaman lain yang berada dalam tahap pertumbuhan - sehingga menciptakan siklus tertutup karbon. Sehingga dapat dikatakan secara netto memiliki siklus CO2 yang netral. Oleh karena itu pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi akan mengurangi emisi gas rumah kaca secara nasional.

Salah satu potensi limbah biomassa yang belum termanfaatkan secara maksimal adalah Limbah Biomassa dari Pabrik Kelapa Sawit, seperti tandon kosong (Tankos), pelepah, batang dan daun Kelapa Sawit. Dengan menggunakan teknologi unggun terfluidakan (fluidized bed), limbah biomassa tersebut dapat diproses melalui gasifikasi yang akan menghasilkan syngas sebagai intermediate product untuk produksi bahan-bahan kimia termasuk bahan bakar.

Gambar 2. Gasifier Biomassa

PTSEIK-BPPT mengembangkan teknologi gasifikasi biomassa (khususnya Tankos Kelapa Sawit) dengan katalis tanah liat (clay) untuk menghasilkan gas sintetis atau Syngas. Syngas ini selanjutnya digunakan sebagai bahan baku pembuatan methanol. Catalyst clay sendiri memiliki bahan baku yang tersedia banyak di Indonesia. Melalui teknologi ini diharapkan bisa meminimalkan produksi tar, dan meningkatkan kualitas syngas sehingga layak secara ekonomi.

  

Statistik Pengunjung

4.png4.png9.png7.png8.png
Today75
Yesterday101
This week75
This month1148
2
Online

Hubungi Kami

Gedung Energi 625 Klaster V
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang Selatan 15314

Tel: (021) 75791355

Fax: (021) 75791355

Web: ptseik.bppt.go.id