Tel: (021) 75791355 Email: sekr-ptseik@bppt.go.id

Kunjungan Kerja Direktur PTSEIK Bersama Komisi VII DPR RI ke Aceh

Rombongan komisi VII DPR RI diterima oleh Wakil Gubernur Aceh beserta jajarannya. Nova Iriansyah dalam sambutannya berharap  kunjungan Komisi VII ke Aceh dapat  memberi dukungan bagi Pemerintah Aceh dalam melaksanakan program-program terkait masalah Energi dan Sumber Daya Mineral. Untuk mendukung rencana pengembangan sumber energi baru di Aceh, tentunya tidak mampu jika hanya mengandalkan sumber daya yang ada di Aceh, tetapi membutuhkan peran teknologi dan sumber daya manusia yang mendukung. Oleh sebab itu kata Nova, dukungan Pemerintah dan komisi VII DPR RI sangat diharapkan supaya target-target untuk meningkatkan kebutuhan energi di Aceh dapat tercapai. Selain itu, Nova juga berharap agar Komisi VII DPR RI memberikan dukungan agar pelaksanaan otonomi Aceh dalam bidang Migas ini berjalan dengan baik. Dengan demikian kebijakan ini dapat memberi dukungan bagi suksesnya pembangunan Aceh di masa depan.

Ketua Komisi VII DPR RI, H. Gus Irawan Pasaribu, SE, Ak, MM, CA mengatakan, Kunjungan Komisi yang membidangi bidang Energi Sumber Daya Mineral, Riset & Teknologi, Lingkungan Hidup ke Aceh untuk mendapatkan informasi terkait kondisi energi dan lingkungan hidup di Aceh dari berbagai stakhoder terkait. Kondisi kelistrikan di Aceh adalah sekitar 372 MW pada beban puncak bulan Juni 2017, sementara pasokan listrik adalah 317 MW. Berarti kondisinya adalah defisit.

 

Sambutan wakil gubernur Aceh

Berdasarkan data bahwa BPPT menemukan potensi sumber daya minyak dan gas raksasa di perairan barat Aceh. Potensi hidrokarbon di lokasi tersebut kemungkinan bisa mencapai sekitar 50 miliar barel. Sementara jika menggunakan porositas 30 persen, maka diperkirakan volume minimum cekungan mencapai 107,5 miliar barel dan volume maksimumnya 320,79 miliar. Jika dibandingkan negara-negara lain, penemuan ini termasuk penemuan yang besar. Seperti Arab Saudi yang cadangan terbuktinya 264,21 miliar barel atau Banyu Urip di Jatim yang 450 juta barel.

Kerjasama PTSEIK yang sedang berjalan antara lain pendampingan pemilihan teknologi produksi asam fosfat dan asam sulfat untuk klaster industri pupuk NPK chemicals. PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh juga tertarik dengan teknologi pupuk SRF. 

 

Statistik Pengunjung

3.png8.png8.png6.png1.png
Today99
Yesterday91
This week190
This month1708
1
Online

Hubungi Kami

Gedung Energi 625 Klaster V
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang Selatan 15314

Tel: (021) 75791355

Fax: (021) 75791355

Web: ptseik.bppt.go.id