Tel: (021) 75791355 Email: sekr-ptseik@bppt.go.id

Kegiatan Tim Batubara PTSEIK ke Pabrik Semen Padang dan Universitas Andalas di Padang, Sumatera Barat

Kunjungan kerja ke Padang Sumatera Barat ini bertujuan untuk melakukan pemaparan dan diskusi terkait tindak lanjut pengembangan teknologi Coal UpgradingFlash Drying” untuk diterapkan pada pabrik semen, serta melakukan penjajakan potensi kerja sama antara BPPT dengan pihak industri (PT. Semen Padang) dan pihak akademisi (Fakultas Teknik Universitas Andalas). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 dan 26 Juli 2019 oleh PTSEIK BPPT yang terdiri dari 4 orang anggota tim batubara (Ir. Yusnitati, Ir. Trisaksono, Dr. Herman Hidayat, dan Imron Masfuri) yang didampingi oleh Kepala Bagian Program dan Anggaran  (Dr. M. Abdul Kholiq). Adapun kegiatan dinas ke industri semen ini merupakan bagian dari program kegiatan DIPA Batubara 2019. Urgensi kegiatan kunjungan ini adalah untuk memaparkan progress riset dan pengembangan teknologi coal upgrading yang telah sampai pada tahap pengujian pilot coal flash drying skala 500 kg/jam serta pengumpulan data primer dan sekunder guna menunjang kajian penerapan teknologi coal flash drying pada industri semen yang merupakan salah satu output program kegiatan batubara di tahun 2019 ini.

Gambar 1. Plant Semen di PT. Semen Padang

Agenda pertama adalah melakukan pertemuan, diskusi, dan kunjungan plant pabrik Semen Padang. Pertemuan antara tim PTSEIK dengan pihak PT. Semen Padang dilaksanakan di Pabrik Indarung Semen Padang yang berlokasi di Komplek Semen Padang, Jalan Raya Indarung, Padang Besi, Lubuk Kilangan, Kota Padang. Kegiatan ini diawali dengan paparan dan diskusi di ruang rapat Bagonjong, lalu dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke plant pabrik semen Indarung V.

Gambar 2. Paparan tim PTSEIK terkait profil BPPT

Gambar 3. Paparan Teknologi Coal Flash Drying

Dalam paparan tersebut, tim PTSEIK menyampaikan bahwa status pengembangan teknologi coal upgrading dengan proses coal flash drying (CFD) telah selesai membangun pilot plant CFD skala 500 kg/jam di laboratorium batubara PTSEIK di Puspiptek Serpong serta telah melakukan beberapa kali pengujian dengan menggunakan bahan baku batubara kualitas rendah atau lignite.

Gambar 4. Pilot Plant Coal Flash Drying kapasitas 500 kg/jam di PTSEIK Puspiptek Serpong

Penjajakan kerja sama antara PTSEIK BPPT dan PT. Semen Padang diharapkan dapat terlaksana guna menunjang pengembangan dan penerapan teknologi coal flash drying hingga skala komersial atau penerapan di industri, karena mengingat potensi besar sumber gas panas buang (waste heat) yang dihasilkan pabrik semen selama proses produksi semen. Teknologi CFD merupakan teknologi coal upgrading yang sangat memungkinkan untuk diterapkan di Pabrik Semen karena beroperasi pada temperatur dan tekanan rendah, yaitu pada temperatur kurang dari 200oC dan tekanan atmosferik. Sehingga sumber panas buang di beberapa unit proses pabrik semen Padang berpotensi untuk dijadikan sumber panas untuk coal flash drying. Adapun sumber panas buang bisa berasal dari sisa flue gas keluaran dari unit Suspension Preheater maupun dari udara panas keluaran dari unit Clinker Cooler.

Gambar 5. Sumber-sumber gas panas buang di Semen Padang

Setelah selesai paparan, tim PTSEIK diberi kesempatan berkunjung ke area plant Semen Padang di Pabrik Indarung V untuk mengetahui langsung peralatan produksi semen mulai dari material yang digunakan hingga peralatan proses yang menghasilkan gas panas buang. Hal ini sangat penting untuk menunjang dan mendukung kajian penerapan teknologi coal upgrading “flash drying” pada pabrik semen secara detail dan terperinci. Kunjungan di plant meliputi beberapa area plant yang terkait kajian coal upgrading, yaitu unit Coal Handling, unit Suspension Preheater, unit Coal Mill dan unit Clinker Cooler.

Gambar 6. Kunjungan pabrik Semen Padang di plant Indarung V

   

Gambar 7. Kunjungan di unit proses yang menghasilkan gas panas buang

Kegiatan tim BPPT selanjutnya adalah melakukan pertemuan, diskusi, dan kunjungan di Fakultas Teknik Universitas Andalas di Padang, tepatnya berlokasi di Kampus Limau Manis, Kota Padang, Sumatera Barat. Dalam pertemuan tersebut, tim PTSEIK BPPT disambut langsung oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Andalas, Dr. Insanul Kamil beserta jajarannya.

Gambar 8. Pertemuan di Fakultas Teknik Universitas Andalas

Dalam pertemuan tersebut, tim BPPT memaparkan profil BPPT secara keseluruhan beserta pembagian unit-unit kerja yang ada di BPPT serta menyampaikan kegiatan-kegiatan riset dan fasilitas-fasilitas peralatan lab yang ada di BPPT Puspiptek Serpong. Pada kesempatan tersebut, pihak Universitas Andalas sangat tertarik untuk menjalin kerja sama dengan BPPT, khususnya yang berhubungan dengan akademisi, mahasiswa, dan riset. Bentuk kerja sama antara BPPT dan Universitas Andalas akan dibahas lebih lanjut dalam draft kerja sama dengan detail lingkup kegiatan yang jelas dan terarah.

 

Penulis: Imron Masfuri

Editor: GWM

 

PTSEIK Mendukung Keterbukaan Informasi Publik di Lingkungan BPPT

Jakarta, 25 Juli 2019, PPID BPPT Pusat (Biro HKH) menyelenggarakan Annual Meeting dengan tema “Optimalisasi Keterbukaan Informasi Publik di Lingkungan BPPT”. Acara tersebut dihadiri oleh Ka. BPPT, Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP), dan perwakilan PPID dari masing-masing unit di BPPT (44 unit kerja). Acara tersebut dibuka dengan laporan awal dari Ka. Biro HKH, Ir. Ardi Matutu,. Menurut beliau seluruh kegiatan yang ada di BPPT wajib untuk dipublikasikan oleh lembaga publik kepada masyarakat.

Sambutan dan Pembukaan dilaksanakan oleh Plt. Sestama, Dr. Ir. Gatot Dwianto, M.Eng. Dalam sambutannya, untuk mendukung revolusi industri 4.0 harus terlaksana keterbukaan informasi yang diamanatkan dalam UU no. 14 tahun 2008, khususnya informasi yang bersifat publik. 3 (tiga) poin penting kewajiban badan publik yaitu; 1. wajib memberikan informasi publik, selain yang dikecualikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku; 2. wajib menyediakan informasi public yang akurat, benar, dan tidak menyesatkan, dan 3. harus membangun dan mengembangkan sistem informasi dan dokumentasi untuk mengelola informasi secara baik dan efisien sehingga dapat diakses dengan mudah. Pada tahun 2016 BPPT telah meraih peringkat ke 5 terbaik untuk keterbukaan informasi publik kategori badan publik/LPNK, dan meningkat menjadi urutan ke 3 pada 2017. Dan pada tahun 2018, mendapatkan penghargaan sebagai “Badan Publik yang menuju informatif".

Kemudian dilanjutkan dengan paparan dari Komisioner Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi KIP oleh Bapak Arif Adi Kuswardono. Beliau memberikan materi tentang pentingnya keterbukaan informasi. Potensi bisnis yang besar dari Digital Indonesia pada 2020 yang dapat diraih sekitar 1.729 triliyun potensi ekonomi kreatif digital dan 215 juta pengguna internet. Manfaat integrasi data adalah data yang sama dapat dipakai antar badan, single source of truth, data mudah di-generate, dan efisien, konsisten, dan optimal. Segitiga manfaat government to citizen (sudah diatur oleh UU), government to business (sudah diatur oleh UU), dan government to government (belum diatur oleh UU) harus terlaksana untuk terwujudnya keterbukaan publik.

Kemudian arahan dari Ka. BPPT agar BPPT harus melakukan transformasi digital. Untuk mendukung hal ini, beliau menginstruksikan agar per WBS menginformasikan kegiatannya ke publik via media social. Selain itu, di lingkungan BPPT sendiri, untuk memperingati ulang tahun BPPT ke 41, BPPT akan meluncurkan 41 applikasi yang mendukung kinerja karyawan.

 

Penulis dan editor: GWM

PTSEIK MENUJU AKREDITASI ISO/IEC 17025:2017

Tahun 2019 ini, PTSEIK menargetkan untuk mendapatkan akreditasi ISO/IEC 17025:2017 dari KAN sebagai Laboratorium Penguji. Beberapa tahapan penting sudah dilakukan, mulai dari penunjukan personel; pengesahan dokumen mutu; dan beberapa pelatihan untuk meningkatkan kemampuan personil seperti pengenalan ISO/IEC 17025:2017, Jaminan Mutu Pengujian, Verifikasi dan Validasi Metode, Penyusunan Dokumen, Pelatihan Estimasi Ketidakpastian dan Audit Internal.

Gambar 1. Pembukaan Konsinyering oleh Direktur PTSEIK

Setelah mengimplementasikan manajemen mutu selama tiga bulan sejak Januari, maka pada bulan April 2019 melakukan pendaftaran ke KAN dan mengunggah dokumen pendaftaran melalui KANMIS.

Tahapan penting setelahnya, juga sudah dilalui seperti Audit Kelayakan oleh PIC KAN, Penunjukan Tim Asesor oleh KAN, serta Audit Kecukupan oleh asesor. Saat ini, PTSEIK masih menunggu waktu untuk dilakukan asesmen oleh Tim Asesor yang telah ditunjuk oleh KAN.

Gambar 2. Penutupan Konsinyering oleh KaBag Program dan Anggaran

 

Penulis : Herman Hidayat

Editor : BM

Seminar Ekonomi dan Bisnis : Peluang Biofuel untuk Pemenuhan Kebutuhan Energi Domestik

Direktur PTSEIK menugaskan staf PTSEIK (Dr. Erlan Rosyadi) sebagai narasumber  pada Acara "Seminar Ekonomi dan Bisnis" di Bank Indonesia Kalsel Banjarmasin 5 Juli 2019. Dengan latar belakang pendapatan asli daerah Kalimantan Selatan yang didominasi oleh kegiatan di pertambangan (79%), pemerintah daerah Kalimantan Selatan berkeinginan untuk mengubah ke arah kegiatan lainnya. Dengan berbagai pertimbangan, salah satu sektor yang dipertimbangkan adalah sektor pengolahan minyak kelapa sawit. Hal ini sejalan dengan kebijakan mandatori pemerintah mengenai penggunaan B30 yang akan diterapkan pada awal tahun 2020.

  

Gambar 1. Ramah tamah peserta dengan Bapak Abdul Haris Makkie, Sekda Prov. Kalsel

Dalam seminar tersebut telah disampaikan berbagai hal terkait teknologi biofuel baik generasi 1, generasi 1,5 dan generasi 2. Keunggulan produksi CPO yang terus meningkat dari tahun ke tahun dapat mengatasi persoalan BBM dengan cara mengkonversi CPO menjadi biofuel. Pengembangan inovasi ke depan diarahkan pada peluang pengembangan biofuel generasi 2 dengan mengacu pada potensi sumberdaya biomasa yang berlimpah untuk dapat dikonversi menjadi bahan bakar maupun industri kimia. 

Gambar 2. Kegiatan seminar ekonomi dan bisnis (Sumber : https://banjarmasin.tribunnews.com/2019/07/05/kurangi-konsumsi-batubara-kalsel-bakal-maksimalkan-kelapa-sawit-kembangkan-biofuel

Dari seminar ini diharapkan semua masukan narasumber dan audiens akan ditindaklanjuti melalui usulan Gubernur Bank Indonesia mengenai pemanfaatan biofuel untuk mengatasi defisit neraca transaksi berjalan.

 

Penulis : Dr. Erlan Rosyadi

Editor : BM, GWM

Penentuan Lokasi Pembangunan Proyek Percontohan Fasilitas Pemanfaatan Pelumas Bekas menjadi Bahan Bakar

Dalam penentuan lokasi pilot project, beberapa tahapan rapat dan survey ke lapangan yang telah dilakukan oleh BPPT, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan.

 Gambar 1. Rapat antara BPPT, KLHK, DLH Provinsi Kalimantan Selatan tentang lokasi pembangunan pilot plant oli bekas menjadi Bahan Bakar Alternatif (BBA)

Pertemuan tanggal 15 Mei 2019 dengan KLHK, DLH Provinsi Kalimantan Selatan, dan tim BPPT menghasilkan keputusan bahwa DLH mengusulkan lokasi pembangunan pilot plant oli bekas menjadi Bahan Bakar Alternatif (BBA) ada 2 (dua) yang diantara keduanya berjarak ± 600 meter. Dan juga, tetap berada di dalam lokasi TPA Regional Banjar Bakula, Banjarbaru.

Gambar 2. Lokasi alternatif Pembangunan Pilot Plant Oli Bekas menjadi BBA.

Mengenai status lahan 2 lokasi tersebut, bahwa lokasi alternatif pertama telah memiliki kejelasan penguasaan lahan oleh DLH Prov. Kalimantan Selatan dengan nomor SHM 2394 Persil No. 129, sedangkan untuk lokasi alternatif kedua masih dalam tahap appraisal yang telah diajukan di tahun 2019. Gambar 3. menampilkan kepemilikan lahan dan statusnya di TPA Regional Banjar Bakula.

Gambar 3. Kondisi status lahan SHM di TPA Regional Banjar Bakula (Sumber: DLH Prov. Kalimantan Selatan)

Pertemuan selanjutnya, dilaksanakan pada 23 Mei 2019 yang membahas tentang lahan yang akan digunakan untuk pilot project ini. Beberapa pertimbangan untuk penentuan 2 alternatif lokasi tersebut diantaranya:

  • Aspek hukum

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa lokasi alternatif 1 telah memiliki status yang lebih jelas (SHM). Sedangkan lokasi alternatif 2 masih dalah tahap appraisal.

  • Aspek keamanan

Lokasi alternatif 1 lebih terbuka dikarenakan terlihat langsung dari jalan utama dengan jarak hanya 10 meter. Dan lokasi alternatif 2 berada disebelah utara dari kantor utama, serta tidak terlihat langsung dari jalan utama yang jaraknya ±300 meter dari lokasi alternatif 2. Sehingga untuk meningkatkan pengamanan membutuhkan biaya lebih di lokasi alternatif 1 dibandingkan dengan lokasi alternatif 2.

  • Aspek fasilitas pendukung

Sumber air yang dibutuhkan pilot project pemanfaatan oli bekas menjadi BBA berasal dari TPA lainnya yang berdekatan, dan ditampung dalam bunker untuk kebutuhan TPA Regional Banjar Bakula. Posisi bunker lebih dekat ke lokasi alternatif 1 dengan jarak ±200 meter (garis lurus). Selain itu, jalur pipa air yang berasal dari TPA lain tersebut melewati lokasi alternatif 1.

  • Electric Control Room (ECR) milik TPA Regional Banjar Bakula berdekatan dengan bunker yang hanya berjarak ±10 meter. Sehingga lokasi alternatif 1 lebih dekat posisinya ke ECR dibandingkan dengan lokasi alternatif 2.

 

Rekomendasi Lokasi Pilot Plant

Penetapan lokasi pabrik di TPA Regional Banjar Bakula, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru – Prov. Kalimantan Selatan diputuskan dengan merujuk pada beberapa aspek dan kondisi eksternal lainnya. Lokasi alternatif 1 lebih unggul digunakan dalam hal aspek hukum dan fasilitas pendukung, namun tidak dalam aspek keamanan. Oleh karena itu dibutuhkan pembatas (boundary) yang lebih baik dan biaya lebih dibandingkan lokasi alternatif 2.

Gambar 4. Site plan lokasi aternatif 1 dan 2

 

Penulis : Ir. Ade Syafrinaldi, M.Sc.

Editor: GWM

 

 

 


 

Statistik Pengunjung

9.png0.png3.png6.png8.png
Today71
Yesterday175
This week71
This month3278
2
Online

Hubungi Kami

Gedung Energi 625 Klaster V
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang Selatan 15314

Tel: (021) 75791355

Fax: (021) 75791355

Web: ptseik.bppt.go.id