Tel: (021) 75791355 Email: sekr-ptseik@bppt.go.id

Peninjauan Pabrik Pengolah Garam Rakyat Menjadi Garam Industri

Peninjauan pabrik garam industri berkapasitas 40.000 ton pertahun yang merupakan hasil inovasi Pusat Teknologi Sumberdaya Energi dan Industri Kimia (PTSEIK-BPPT) bekerjasama dengan PT Garam dilaksanakan pada Rabu, 5 Mei 2021. Acara ini dilakukan dalam rangka monitoring implementasi penggunaan inovasi dan teknologi pabrik pengolahan garam rakyat yang telah dibangun di Manyar, Gresik, Jawa Timur.

Gambar 1. Peninjauan pabrik pengolah garam rakyat menjadi garam industri

 

Acara peninjauan pabrik garam industri dihadiri oleh Dr. Safri Burhanuddin - Deputi Bidang Koordinasi Sumberdaya Maritim - Kemenkomarves, Prof. Dr. Eniya Listyani Dewi - Deputi Bidang TIEM BPPT, Dr. Hens Saputra - Direktur PTSEIK-BPPT dan Ir. Ahmad Ardianto - Direktur Utama PT Garam.

Selain itu, hadir pula Tenaga Ahli Utama Deputi I Bidang Infrastruktur, Energi dan Investasi - Kantor Staf Kepresidenan, Deputi Bidang Kemaritiman dan Investasi - Sekretariat Kabinet, Direktur Pengembangan dan Operasi - Kementrian KKP, Rektor Universitas Trunojoyo dan stake-holder lainnya.

Gambar 2. Sambutan Deputi Bidang TIEM - BPPT

 

Gambar 3. Sambutan Deputi Bidang Koordinasi Sumberdaya Maritim - Kemenkomarves

 

Gambar 4. Pemberian cindera mata berbagai produk garam

 

Pabrik pengolahan garam rakyat menjadi garam industri ini direncanakan akan mulai beroperasi kontinyu pada 18 Mei 2021 dan menjadi pembuktian bahwa proses pengolahan dapat berjalan dengan baik, sehingga program kloning pabrik ini dapat segera dilakukan. Target pabrik ini adalah pengolahan garam rakyat kualitas K-2 menjadi garam industri dengan kadar NaCl 99% dan Mg 0.06 sesuai standar SNI garam industri.

Gambar 5. Peninjauan bahan baku garam rakyat kualitas K2

 

Gambar 6. Peninjauan pabrik

Aplikasi Pupuk CRF pada Bawang Merah Varietas SS Sakato dan Trisula

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan Program Riset Nasional (PRN) “Penerapan Teknologi Pupuk Controlled Release Fertilizer (CRF) untuk Mendukung Pengembangan Best Practice Produksi Bawang Secara Presisi” dimana tim Pusat Teknologi Sumberdaya Energi dan Industri Kimia (PTSEIK) bertugas melaksanakan pengembangan dan produksi pupuk CRF untuk mendukung peningkatan produktivitas bawang merah. Pupuk ini mengandung makronutrient, makrosekunder, dan mikronutrient, yang penting untuk pertumbuhan bawang merah. Pupuk ini juga dilengkapi dengan matriks zeolit dan coating asam humat.

Uji efektivitas/lapang pupuk CRF dilakukan untuk mengetahui kinerja pupuk CRF terhadap bawang merah. Uji ini dilakukan pada tanaman bawang merah varietas SS Sakato dan Trisula.  SS Sakato merupakan varietas bawang merah yang dikembangkan oleh IPB di daerah Solok, Sumatera Barat sedangkan Trisula berasal dari daerah Majalengka. Kedua varietas ini ditanam pada 2 lahan yang berbeda di Desa Bandorasa Kulon, Kuningan, Jawa Barat.

 

Gambar 1. Uji Efektivitas Pupuk CRF

Perbedaan usia tanam kedua varietas bawang merah dan kondisi cuaca menyebabkan panen dilaksanakan pada 2 tahap. Untuk tahap pertama telah dilakukan panen bawang merah varietas SS Sakato sebanyak 72 plot uji. Sedangkan untuk bawang merah varietas Trisula direncanakan untuk dipanen pada April 2021.

Kegiatan panen bawang merah SS Sakato dihadiri oleh Direktur Pusat Teknologi Sumberdaya Energi dan Industri Kimia (PTSEIK): Dr. Hens Saputra, Koordinator PRN bidang Pangan: Dr. Awang Maharijaya (IPB), Dr. Suwardi dari IPB sebagai mitra kegiatan, pihak BPP Kuningan, Kepala Desa Bandorasa Kulon, Bumdes Kuningan, dan juga para petani. Meski ditanam pada periode off season, penggunaan varietas SS Sakato sendiri cukup menggembirakan karena ukuran umbi yang lebih besar dan tahan terhadap intensitas hujan yang cukup tinggi.

Gambar 2. Panen bawang merah varietas SS Sakato

Penulis: Arfiana

Editor: DLH

NEDO - BPPT Webinar Announcement (14-17 December 2020)

 

The NEDO-BPPT Collaboration proudly presents “Indonesia’s Biorefinery Future Outlook and Introduction of Technical Solutions” Webinar Series.

Hosted by NEDO and BPPT, this webinar series are meant to build up networks and generate new collaborations of technology development between Indonesia-Japan.

The series will be held from December 14th - December 17th, 2020 (Starting from 10.00 WIB - 11.30 WIB) with the following list of schedule :

1.    Monday, 14 December 2020  : “Government Policy and the Latest Trends in the Field of Biomass”
2.    Tuesday, 15 December 2020 : “Introduction of the Latest Biorefinery Solutions : Biogas”
3.    Wednesday, 16 December 2020 : “Introduction of the Latest Biorefinery Solutions : Sustainable Plantation”
4.    Thursday, 17 December 2020 : “Introduction of the Latest Biorefinery Solutions : High Value Added Tech.”

Opening Remarks:
•    Dr. Hammam Riza - Chairman of BPPT
•    Ms. Yurugi Yoshiko - Chief Representative, NEDO Asian Representative Office in Bangkok

Guest Speakers:
•    Dr. Dadan Kusdiana - Directorate General of New Energy, Renewable Energy and Energy Conservation
•    Ir. Joko Winarno, MM, IPU - Head of Indonesian Biomass Energy Society
•    Prof. Eniya L Dewi - Deputy Chairman BPPT
•    Mr. Jaya Wahono - Clean Power Indonesia
•    Mr. Fukuda Tatsuya - Osaka Gas Singapore Pte. Ltd.
•    Dr. M. Abdul Kholiq - Indonesian Biogas Association
•    Mr. Fukui Kengo - CEO Chitose Bio Evolution Pte. Ltd.
•    Dr. Soni Solistia W – BPPT Representative
•    Mr. Kakeshita Hiroshi - Sr. Manager KAO Corporation
•    Dr. Obie Farobie - IPB University

Come join our webinar (Attendees will be rewarded with certificate)

Register here :
https://bit.ly/biorefinery-registration

Statistik Pengunjung

3.png1.png1.png2.png3.png6.png
Today41
Yesterday291
This week2843
This month3547
1
Online

Hubungi Kami

Gedung 625 Klaster Teknologi Energi
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang Selatan 15314

Telp: (021) 75791355

Fax: (021) 75791355

website: ptseik.bppt.go.id