Tel: (021) 75791355 Email: sekr-ptseik@bppt.go.id

Inovasi Teknologi Pupuk Lepas Lambat (Slow Release Fertilizer, SRF)

Sampai saat ini pasokan pupuk dalam negeri masih belum mencukupi kebutuhan nasional. Kebutuhan pupuk urea tahun 2015 adalah sekitar 15 juta ton dan diproyeksikan meningkat meningkat pada tahun 2017. Pabrik pupuk nasional memiliki kapasitas terpasang 8 juta ton tetapi hanya mampu berproduksi sekitar 6,7 juta ton. Begitu pula dengan pupuk NPK, kebutuhan tahun 2015 adalah 10 juta ton tetapi kapasitas pabrik pupuk nasional baru 3 juta ton BUMN dan 1,9 juta ton swasta. Karenanya, dalam rangka mendukung program ketahanan pangan pemerintah melaksanakan program revitalisasi industri pupuk nasional.

BPPT mengembangkan jenis pupuk lepas lambat (Slow Release Fertilizer, SRF). Hasil inovasi BPPT ini adalah pupuk berbentuk granul dengan ukuran 2-4 mm. yang Produk pupuk SRF BPPT terdaftar sebagai Paten No. IDP 0023827, 2009 dan IDP 0027121, 2010 serta P0023827, 2013. Aplikasi pupuk SRF pada tanaman pangan seperti padi, jagung, dll. cukup sekali selama masa tanam sampai panen dan dapat menghemat penggunaan pupuk sekitar 30-50%. Hasil uji eksplot di Balai Besar Padi, Sukamandi, dan uji demplot bersama BPTP Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian pada 18 Kabupaten, membuktikan bahwa pupuk SRF mampu menghasilkan panen rata-rata meningkat sekitar 10%.

BPPT telah berhasil melaksanakan pilot project Pupuk SRF NPK dengan kapasitas 10.000 ton per tahun di Kabupaten Bantaeng – Sulawesi Selatan. Pilot project ini bisa berfungsi sebagai media inkubasi dan sekaligus sebagai window shopping bagi para calon investor yang berminat mendirikan pabrik pupuk SRF. Contoh demplot pupuk SRF untuk jagung di Bantaeng Sulawesi Selatan telah berhasil menghemat pemakaian pupuk urea sekitar 30% dan menghasilkan panen jagung rata-rata sebesar 9,6 ton/ha. Hasil ini meningkat sekitar 22% dibandingkan dengan penggunaan pupuk konvensional yang memperoleh panen rata-rata 7,9 ton/ha. Ke depan diharapkan akan berdiri Pabrik Pupuk SRF NPK di beberapa tempat dengan formulasi sesuai spesifikasi lokasi setempat dan jenis tanaman.

Pada tahun 2016 BPPT telah dilakukan penyempurnaan pilot plant ini antara lain dengan memasang sistem penyerap debu untuk mengantisipasi permasalahan debu serta mengurangi lossess. Selain itu, sebagai kelanjutan tahapan transfer of technology (TOT) BPPT melakukan pelatihan operator dan supervisor pabrik pupuk SRF serta pendampingan uji coba produksi dan optimasi.

Pada saat ini BPPT sedang melakukan pendampingan pengurusan ijin edar dari Kementerian Pertanian. Tahapan uji mutu telah diselesaikan, dan saat ini memasuki tahap uji efektivitas atau demplot pada BPTP. Dalam waktu 3 bulan ijin edar diharapkan dapat diselesaikan. Selanjutnya proses produksi pupuk SRF dapat dilaksanakan dan produk SRF dapat didistribusikan kepada masyarakat luas, sehingga para petani dapat segera menikmati hasil inovasi pupuk SRF.

 

 

Statistik Pengunjung

1.png0.png4.png5.png9.png7.png
Today278
Yesterday294
This week278
This month4873
2
Online

Hubungi Kami

Gedung Energi 625 Klaster V
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang Selatan 15314

Tel: (021) 75791355

Fax: (021) 75791355

Web: ptseik.bppt.go.id