Tel: (021) 75791355 Email: sekr-ptseik@bppt.go.id

Kunjungan Lapangan Pilot Plant Biogas dengan Teknologi CSTR

Pada tanggal 2 - 6 Oktober 2018, rekan-rekan PTSEIK yang diwakili oleh 5 orang staf berkunjung ke PT. Inti Indo Sawit dalam rangka studi banding mengenai pilot plant Biogas untuk pembangkit listrik.

Kegiatan awal yang dilaksanakan adalah studi banding ke Biogas Power Plant di PT. Inti Indosawit Subur (Asian Agri Group) bersama dengan tim BPPT yang lain. Plant biogas ini berlokasi di area pabrik PMKS Buatan Satu, Kab. Pelalawan, Riau. PT. Asian Agri telah membangun plant biogas untuk pembangkit listrik dengan menggunakan bahan baku POME dari pabrik kelapa sawit. Terdapat 5 plant sejenis yang telah dibangun di PKS milik Asian Agri, diantaranya berlokasi di Medan, Riau, dan Jambi.

Gambar 1. Presentasi plant biogas oleh PT. IIS

 Adapun kapasitas olah TBS terpasang di PKS Buatan Satu sebesar 60 ton TBS/jam, dengan kapasitas olah rata-rata sekitar 40-50 ton TBS/jam yang menghasilkan cairan POME sekitar 0.6 m3 per ton TBS olah. POME tersebut telah dimanfaatkan untuk umpan produksi biogas untuk pembangkit listrik berkapasitas terpasang 2.2 MWe. Pembangkitan listrik menyesuaikan pasokan / permintaan suplai oleh PLN. Saat ini power plant biogas dioperasikan pada kisaran 1.4 – 1.5 MWe dengan harga jual listrik sebesar Rp. 850 /kWh.

Teknologi pembangkit biogas yang digunakan di PLTBg Buatan Satu merupakan teknologi dari Kubota, Jepang dengan tipe reaktor Floating Dome (semi CSTR) yang dilengkapi dengan 4 sistem pengaduk sirkulasi internal. Biogas yang dihasilkan berasal dari penguraian POME secara anaerobik (fermentasi) di dalam biodigester. Reaktor digester dioperasikan pada kondisi termofilik dengan temperatur operasi sekitar 50-55oC dengan pengkondisian temperature menggunakan injeksi steam (superheated) yang berasal dari boiler pabrik kelapa sawit dengan system pengendalian temperatur secara automatik.

Gambar 2. Skema biogas plant PMKS Buatan Satu PT.IIS (Asian Agri Group)

Biogas yang dihasilkan dari digester kemudian dilewatkan melalui sistem pembersihan gas agar gas siap diinjeksikan ke dalam gas engine dengan spesifikasi gas yang sesuai dengan persyaratan masuk ke dalam gas engine. Salah satu persyaratan utama adalah penurunan kadar H2S dalam gas hingga di bawah 200 ppm, serta kandungan air (moisture content) dibawah ambang persyaratan engine. Peralatan cleaning gas yang digunakan yaitu scrubber kimia, bio-scrubber, dan dehumidifier.

Gambar  3. Kunjungan ke biogas power plant PT. IIS Asian Agri

 

Penulis: Imron Masfuri, ST.

Editor: GWM

Statistik Pengunjung

9.png0.png3.png7.png2.png
Today75
Yesterday175
This week75
This month3282
1
Online

Hubungi Kami

Gedung Energi 625 Klaster V
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang Selatan 15314

Tel: (021) 75791355

Fax: (021) 75791355

Web: ptseik.bppt.go.id