Tel: (021) 75791355 Email: sekr-ptseik@bppt.go.id

Penentuan Lokasi Pembangunan Proyek Percontohan Fasilitas Pemanfaatan Pelumas Bekas menjadi Bahan Bakar

Dalam penentuan lokasi pilot project, beberapa tahapan rapat dan survey ke lapangan yang telah dilakukan oleh BPPT, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan.

 Gambar 1. Rapat antara BPPT, KLHK, DLH Provinsi Kalimantan Selatan tentang lokasi pembangunan pilot plant oli bekas menjadi Bahan Bakar Alternatif (BBA)

Pertemuan tanggal 15 Mei 2019 dengan KLHK, DLH Provinsi Kalimantan Selatan, dan tim BPPT menghasilkan keputusan bahwa DLH mengusulkan lokasi pembangunan pilot plant oli bekas menjadi Bahan Bakar Alternatif (BBA) ada 2 (dua) yang diantara keduanya berjarak ± 600 meter. Dan juga, tetap berada di dalam lokasi TPA Regional Banjar Bakula, Banjarbaru.

Gambar 2. Lokasi alternatif Pembangunan Pilot Plant Oli Bekas menjadi BBA.

Mengenai status lahan 2 lokasi tersebut, bahwa lokasi alternatif pertama telah memiliki kejelasan penguasaan lahan oleh DLH Prov. Kalimantan Selatan dengan nomor SHM 2394 Persil No. 129, sedangkan untuk lokasi alternatif kedua masih dalam tahap appraisal yang telah diajukan di tahun 2019. Gambar 3. menampilkan kepemilikan lahan dan statusnya di TPA Regional Banjar Bakula.

Gambar 3. Kondisi status lahan SHM di TPA Regional Banjar Bakula (Sumber: DLH Prov. Kalimantan Selatan)

Pertemuan selanjutnya, dilaksanakan pada 23 Mei 2019 yang membahas tentang lahan yang akan digunakan untuk pilot project ini. Beberapa pertimbangan untuk penentuan 2 alternatif lokasi tersebut diantaranya:

  • Aspek hukum

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa lokasi alternatif 1 telah memiliki status yang lebih jelas (SHM). Sedangkan lokasi alternatif 2 masih dalah tahap appraisal.

  • Aspek keamanan

Lokasi alternatif 1 lebih terbuka dikarenakan terlihat langsung dari jalan utama dengan jarak hanya 10 meter. Dan lokasi alternatif 2 berada disebelah utara dari kantor utama, serta tidak terlihat langsung dari jalan utama yang jaraknya ±300 meter dari lokasi alternatif 2. Sehingga untuk meningkatkan pengamanan membutuhkan biaya lebih di lokasi alternatif 1 dibandingkan dengan lokasi alternatif 2.

  • Aspek fasilitas pendukung

Sumber air yang dibutuhkan pilot project pemanfaatan oli bekas menjadi BBA berasal dari TPA lainnya yang berdekatan, dan ditampung dalam bunker untuk kebutuhan TPA Regional Banjar Bakula. Posisi bunker lebih dekat ke lokasi alternatif 1 dengan jarak ±200 meter (garis lurus). Selain itu, jalur pipa air yang berasal dari TPA lain tersebut melewati lokasi alternatif 1.

  • Electric Control Room (ECR) milik TPA Regional Banjar Bakula berdekatan dengan bunker yang hanya berjarak ±10 meter. Sehingga lokasi alternatif 1 lebih dekat posisinya ke ECR dibandingkan dengan lokasi alternatif 2.

 

Rekomendasi Lokasi Pilot Plant

Penetapan lokasi pabrik di TPA Regional Banjar Bakula, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru – Prov. Kalimantan Selatan diputuskan dengan merujuk pada beberapa aspek dan kondisi eksternal lainnya. Lokasi alternatif 1 lebih unggul digunakan dalam hal aspek hukum dan fasilitas pendukung, namun tidak dalam aspek keamanan. Oleh karena itu dibutuhkan pembatas (boundary) yang lebih baik dan biaya lebih dibandingkan lokasi alternatif 2.

Gambar 4. Site plan lokasi aternatif 1 dan 2

 

Penulis : Ir. Ade Syafrinaldi, M.Sc.

Editor: GWM

 

 

 


 

Statistik Pengunjung

1.png0.png4.png6.png0.png0.png
Today281
Yesterday294
This week281
This month4876
1
Online

Hubungi Kami

Gedung Energi 625 Klaster V
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang Selatan 15314

Tel: (021) 75791355

Fax: (021) 75791355

Web: ptseik.bppt.go.id