Tel: (021) 75791355 Email: sekr-ptseik@bppt.go.id

FGD Kualitas Bahan Bakar Nabati

Pada 2 Oktober 2019, BPPT mengadakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai "Kualitas Bahan Bakar Nabati" yang dipimpin oleh Ir. Arie Rahmadi, B.Eng., M.Eng.Sc (Ka. B2TBRD). Ada 2 (dua) paparan yang dipresentasikan, yaitu "Usulan Menjaga Kualitas" oleh Imam santoso dan Irsal (PT. Sucofindo (Persero)) dan "Standar Biodiesel" oleh Bina Restituta, S.T. (B2TBRD). FGD ini bertempat di Lantai 11 Ged. 2 BPPT Jl. MH. Thamrin No.8, Jakarta. Dr. Ir. Erlan Rosyadi, M.Eng. sebagai perwakilan PTSEIK untuk menghadiri acara tersebut.

Berbagai isu terkait kekurangan BBM fosil seperti penyebab efek gas rumah kaca, kelangkaan BBM dan harga BBM yang tidak menentu karena impor yang juga mempengaruhi transaksi neraca berjalan, hingga pengaruhnya terhadap perputaran roda ekonomi memicu penggunaan bahan bakar berbasis tumbuhan atau nabati. Selain itu juga, kebijakan mandatori pemerintah dalam penggunaan biodiesel B30 akan diterapkan pada awal tahun 2020 nanti. Oleh karena itu, BPPT membuat FGD dengan menghadirkan pembicara dari PT. Sucofindo dan B2TRBD-BPPT terkait kualitas bahan bakar hasil blending dari mulai produksi hingga distribusi sampai ke tangki penyimpanan sebelum didistribusikan ke pengguna.

 Gambar 1. Suasana FGD

 

Gambar 2. Blok diagram monitoring kualitas campuran B30

Diharapkan ke depannya, usulan pengaturan pemanfaatan bahan bakar minyak nabati tidak hanya sebatas pada pemanfaatan biodiesel (FAME), namun juga pada pemanfaatan Pure Plant Oil (PPO) maupun green diesel dan green gasoline. Sehingga pemanfaatan Pure Plant Oil (PPO) juga dapat dipakai untuk mengatasi permasalahan pemakaian biodiesel di mesin diesel putaran menengah ke bawah (<750 rpm) seperti milik user PT. Pelni. Hal ini disebabkan karena bahan bakar PPO memiliki sifat terdegradasi lebih baik daripada biodiesel dan sifat melarutkan material logam yang kurang daripada biodiesel. Namun, hal yang perlu dipikirkan terkait penggunaan bahan bakar PPO adalah perlunya pretreatment pemanasan sebelum masuk ke engine agar diperoleh proses atomisasi yang sempurna dan suplai chain PPO hingga dari pemasok ke user.

Gambar 3. Peserta FGD yang hadir dari beberapa instansi terkait

Adapun terkait program sertifikasi biodiesel, ada beberapa acuan yang perlu dipelajari dari beberapa negara lain sebelum dilakukan sertifikasi campuran biodiesel, diantaranya adalah:

  • AGQM (Arbeits Gemeinschift Qualitats Management)
  • ISCC EU Certification
  • BQ-9000
  • RFS2 (Renewable Fuel Standard)

Gambar 4. Antusiasme peserta FGD

Penulis: Dr. Ir. Erlan Rosyadi, M.Eng.

Editor: GWM

 

Statistik Pengunjung

1.png0.png4.png5.png9.png8.png
Today279
Yesterday294
This week279
This month4874
1
Online

Hubungi Kami

Gedung Energi 625 Klaster V
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang Selatan 15314

Tel: (021) 75791355

Fax: (021) 75791355

Web: ptseik.bppt.go.id