Tel: (021) 75791355 Email: sekr-ptseik@bppt.go.id

Pilot Project Garam Industri

Kebutuhan garam nasional meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri. Produksi garam dalam negeri belum dapat memenuhi kebutuhan nasional, baik secara kualitas maupun kuantitas.  Kualitas garam lokal belum memenuhi standar garam industri karena kandungan NaCl yang lebih rendah dan pengotor (impurities) yang melebihi standard. Kita harus dapat meningkatkan produktivitas dan kualitasnya, agar dapat swasembada garam, sebagaimana arahan dari Bapak Jokowi Presiden Republik Indonesia. Impor garam ke Indonesia sepanjang 2019 tercatat 2,6 juta ton. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angka ini setara dengan US$ 95,52 juta. Impor garam ini naik sekitar 5,4% dibandingkan periode 2018 sebesar US$ 90,65 juta.  Masalah supply-demand tersebut dapat diatasi dengan meningkatkan produksi garam lokal secara intensifikasi dan ekstensifikasi menggunakan teknologi lahan terintegrasi yang dapat meningkatkan produktifitas hingga 4 kali lipat (100 ton/hektar.tahun).

 

BPPT telah melakukan inovasi teknologi untuk mengolah garam rakyat menjadi garam industri yang dapat meningkatkan kualitas garam menjadi setara garam industri. Pada kesempatan ini BPPT membuat model peralatan proses pemurnian dengan skala produksi 40.000 ton/tahun. Pilot Project ini merupakan contoh peralatan yang terdiri dari unit pencucian paling lengkap yang terdiri dari 3 jenis mesin pencucian garam. Dengan peralatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas garam rakyat yang paling rendah menjadi garam industri. Implementasi di ladang pegaraman dapat dibuat menyesuaikan dengan kondisi bahan baku garam krosok yang dihasilkan. Dengan inovasi ini dapat mengolah garam rakyat dengan kandungan NaCl kurang dari 90% menjadi lebih dari 98% yang memenuhi SNI.

 

Program swasembada garam nasional memiliki sasaran antara lain untuk memenuhi kebutuhan garam konsumsi dan garam industri, meningkatkan daya saing produksi garam rakyat menuju kemandirian dan melepaskan ketergantungan terhadap garam impor serta mewujudkan kelembagaan yang dapat memperjuangkan petambak garam. BPPT siap mendukung dari aspek teknologinya yang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas garam rakyat.

 

BPPT telah membangun Pilot plant garam industri kapasitas 40.000 ton/tahun bekerja sama dengan PT Garam di Manyar, Gresik, Jawa Timur. Diharapkan petani garam dapat terbantu dalam meningkatkan kualitas garam yang dihasilkan agar dapat ditingkatkan nilai tambahnya sebagai garam industri. Dari pihak industri pengguna garam diharapkan akan terbantu dengan tersedianya garam industri yang berkualitas sesuai dengan standar SNI maupun spesifikasi yang dibutuhkan.

 

 

Pilot plant dapat dikunjungi secara virtual di:  https://livetour.istaging.com/4b1e3695-fbd5-41f8-befa-84e4649b3de8

Statistik Pengunjung

3.png2.png4.png3.png1.png2.png
Today337
Yesterday493
This week3096
This month5754
1
Online

Hubungi Kami

Gedung 625 Klaster Teknologi Energi
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang Selatan 15314

Telp: (021) 75791355

Fax: (021) 75791355

website: ptseik.bppt.go.id