Tel: (021) 75791355 Email: sekr-ptseik@bppt.go.id

Program Riset Nasional (PRN) Konversi POME menjadi Biogas dan Diversifikasi Pemanfaatannya 2021

Pemanfaatan Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi energi adalah solusi terbaik untuk mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan POME terhadap lingkungan apabila langsung dibuang ke badan air atau lingkungan di mana POME tersebut dihasilkan. Pengolahan POME menjadi produk yang akan meningkatkan profitabilitas dari pabrik kelapa sawit yaitu biogas. POME tidak dilakukan pretreatment, karena untuk menjaga kondisi termofilik dengan perolehan biogas lebih tinggi. 

 

Teknologi Gas Mixing adalah solusi yang ideal dan unik untuk digester biogas karena akan menghasilkan lebih banyak biogas. Sistem ini adalah kombinasi dari sistem pencampuran pompa dan sistem pencampuran gas. Hasilnya adalah gabungan pencampuran pola horisontal dan vertikal. Pola pencampuran vertikal disebabkan oleh gelembung-gelembung gas lumpur yang meningkat. Kinerja pencampuran yang kuat (powerful) dijamin akan berlangsung di semua area dalam tangki melalui pengaturan nozel bawah dan nozel atas. 

 

Pengoperasian Gas Mix pump dilakukan secara berselang. Reaktor dengan gas mixing system adalah hasil pengembangan reaktor tangki berpengaduk yang diharapkan lebih mampu memberikan perbedaan antara waktu retensi hidrolik (HRT) dan waktu retensi padatan (SRT). Waktu retensi hidrolik (HRT), juga dikenal sebagai waktu tinggal hidrolik, merupakan ukuran waktu rata-rata senyawa yang dapat berada di dalam bio-digester. Sedangkan waktu retensi padatan (SRT) adalah waktu rata-rata lumpur padat yang diaktifkan berada dalam sistem. SRT merupakan parameter desain dan operasi yang penting untuk proses lumpur yang diaktifkan dan biasanya dinyatakan dalam jumlah hari. SRT yang tinggi rentan memberikan endapan padatan pada dasar reaktor. Oleh karena itu perlu adanya sistem pengadukan yang baik untuk membentuk suspensi padatan cairan dan kontak yang intens antara mikroorganisme dan cairan. 

 

Kandungan H2S yang tinggi dalam produk biogas harus diturunkan sampai dibawah 200 ppm dengan penerapan scrubber sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku pembangkitan listrik dan biometan (BioCH4). Produk samping berupa cairan overflow yang dikembalikan ke dalam kolam terbuka dan buangan lumpur dapat diolah menjadi biofertilizer. 

 

Konversi POME menjadi biohidrogen dapat meningkatkan penggunaan energi bersih dan terbarukan. Pasokan sumber energi biohidrogen akan menjamin pasokan sumber bahan bakar yang diperlukan pada sistem fuel cell sebagai pembangkit energi ramah lingkungan dan mampu memasok kebutuhan daya listrik besar seperti untuk stasiun pengisian listrik umum (SPLU) tipe fast charging mandiri yang tidak bergantung pada jaringan PLN. Pada saat yang bersamaan juga dapat berperan sebagai sumber pembangkit kelistrikan ramah lingkungan untuk area sekitar. Selain itu produk Biohidrogen dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat fuel cell dengan biohidrogen sebagai penggerak motor. 

 

Pengolahan POME sebagai sumber ernergi terbarukan dapat memberikan solusi terhadap dampak lingkungan udara, air dan tanah sekaligus memberikan keuntungan ekonomi bagi pabrik kelapa sawit dari produk biogas yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkitan listrik, co-firing maupun diversifikasi produk lainnya yang dapat memberikan manfaat ekonomi.

Statistik Pengunjung

2.png7.png7.png5.png6.png1.png
Today88
Yesterday408
This week2275
This month11181
7
Online

Hubungi Kami

Gedung 625 Klaster Teknologi Energi
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang Selatan 15314

Telp: (021) 75791355

Fax: (021) 75791355

website: ptseik.bppt.go.id