Tel: (021) 75791355 Email: sekr-ptseik@bppt.go.id

Program Riset Nasional (PRN) Bawang - Pupuk CRF 2021

Controlled Release Fertilizer (CRF) merupakan jenis pupuk dengan mekanisme pelepasan unsur hara secara perlahan dan berkala mendekati pola penyerapan oleh tanaman sehingga unsur hara yang terkandung dalam pupuk tidak terbawa oleh air dan tepat sasaran. Pengembangan pupuk ini secara umum dilakukan dengan melindungi kandungan unsurnya baik secara kimiawi maupun mekanis.

 

Perlindungan kimiawi dengan cara mencampur urea dengan zat kimia, sehingga pupuk tersebut lepas secara terkendali. Sedangkan perlindungan secara mekanis dengan membungkus pupuk dalam bentuk granul dengan bahan pembungkus yang bersifat semipermeable. Dengan kata lain 2 mekanisme yang dapat dilakukan untuk pembuatan CRF yaitu melalui mekanisme pelapisan pupuk dengan membran semipermeabel dan mekanisme peleburan zat hara pupuk dalam suatu matriks. Teknologi controlled released fertilizer memungkinkan pengaturan pola pelepasan unsur hara pupuk di dalam tanah secara terkontrol sesuai dengan kebutuhan tingkat unsur hara tanaman selama durasi waktu tertentu.

 

 

  

 

Manfaat dari teknologi CRF ini adalah efektivitas penyerapan unsur hara serta efisiensi biaya pemupukan. CRF bisa menyamai manfaat pupuk yang diaplikasikan dalam jumlah yang lebih banyak dari jumlah yang diperlukan untuk pertumbuhan. CRF mampu menyediakan nutrisi secara bertahap. Pelepasan nutrisinya dapat berlangsung selama beberapa bulan, melalui proses difusi lewat membran semi-permeabel.

 

Pengembangan teknologi pupuk controlled release fertilizer sebagai salah satu subtitusi terhadap pupuk CRF yang ada saat ini (impor) adalah sangat penting, khususnya untuk tanaman hortikultura dan perkebunan karena banyak sekali manfaat yang di dapat dari pengembangan pupuk CRF tersebut, salah satunya dapat mengurangi ketergantungan masyarakat khususnya petani dalam penggunaan pupuk impor serta mengefisiensi pemupukan terhadap tanaman hortikultura dan perkebunan.

 

CRF yang dikembangkan merupakan formula pupuk lengkap untuk bawang merah yang meliputi makro nutrient (N, P, K), makro sekunder (Sulfur, Magnesium, Kalsium), serta mikro nutrient (Zinc, Cuprum, Boron, Mangan, Besi/Fe, asam humat) untuk tanaman bawang merah dengan menyesuaikan kondisi dan ketersediaan nutrient di lokasi tanam.

 

Statistik Pengunjung

3.png1.png1.png2.png4.png1.png
Today46
Yesterday291
This week2848
This month3552
1
Online

Hubungi Kami

Gedung 625 Klaster Teknologi Energi
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang Selatan 15314

Telp: (021) 75791355

Fax: (021) 75791355

website: ptseik.bppt.go.id